Betapa sabarnya anda menantikan aksi gue selanjutnya dalam kelas, ohh ya
gue lupa dari kemaren sudah berbagi namun belum sempat memperkenalkan diri,
perkenalkan, nama gue Simada terdengar keren sich, nama yang singkat padat. itu ceritanya dan bagi anda yang baru mengawali bacaan ini, satu kalimat ini bukan sebuah kalaimat yang patut anda baca, namaun sangat disayangkan kalau anda tidak menyelesaikan bacaannya, berarti anda merupakan orang yang tidak pernah selesai dalam memulai segala satunya, hihihih sungguh miris, gue cuma nyampain aja.
sebulan menikmati bangku sekolah dasar memaksa gue harus berbaur dan bermain bersama dengan anak-anak lainya, namaun hal ini gue sampaikan dari awal, itu upaya yang tidak seru, kenapa?
karena anak-anaknya pada cengengk, dikit-dikit, mama....... mama..... mak yang memang melelahkan harus diteriakin oleh sang bocoh, sempat juga terfikir fibenak gue untuk lakukan hal yang sama untuk selalu memanggil emak.... emak..., ada juga di jewer ampe klenger, sadih memang namun kalau ditanya belum bisa dikonfirmasi terkait hal terkait tersebut karena semasa itu gw belum sempat menanyakanya.
perkenalan pertama gue dengan anto anak kelas satu tapi seperti anak-kelas tiga, kebayang gak tuh ma lu, maksudnya gue badanya besar, gak besar-besar amat sich, dimana yang ngejelasinya intinya begini, badanya lebih besar dari pada kami anak-anak kelas satu pada umum nya, tinggi sedikit dari gue, karena gue juga tidak mau dibilang cukup pendek, bisa dibilang sedikit kecil dan minimalis, sedikit loh... bukan banyak, hanya sedikit dan itu tidak jauh berbeda, karena ini sebuah pembelaan.
anto andak yang baik karena mau minjamin gue pensil, kadang-kadang bukunya isi tengahnya mau gue minta untuk disobek biar bisa bikin pesawat-pesawatan, dalam kalimat berulang sering kali ini pesawat bohongan, karena tidak mungkin kami sudah mampu bikin pesawat benaran, mau dibahas ni tentang pesawan jelas tidak bisa kami mengalahkan BJ Habibie, dulu nya berharap bisa namun suatu saat bisa lah.
permainan pesawat-pesawatan pertama gue di jam istirah selain ngabisi satu buku bermerk sesuatu lah, untuk bisa terbangkan satu pesawat-pesawatan harus melayang juga satu lembar kertas, kebayang isi buku 36 jadi menipis, nanti kami nantikan omelam orang tua setelah keadaan buku menipis,
anto" kemanapa kamu bikin pesawatan cuma satu,
nanti buku gue abis isinya donk, jawab anto ..
heheheh disitu serunya nto, serunya nanti kita bakal di omel-omelin, gue rasa saat nya bermain dengan strategi,
***next =========== Strategi Lanjut bermain Pesawat-pesawatan

0 comments:
Post a Comment