Menikmati Disela- sela waktu

Belum banyak yang mungkin mencoba sedikit memaknai segala sesuatu nya, masih banyak diantaran kita yang sudah cukup puas dengan menjalaninya saja, dengan keangkuhan bisa kita kata mampu dan dapat untuk meraih apa yang ingin kita raih serta mencapai apa yang ingin kita capai, mungkin sebagian sudah pernah mencobanya dan hal itu sejalan dengan jalan Tuhan tunjukkan.

Memaknai setiap arti dari kehidupan memang sulit, seperti halnya kita mempertanyakan siapa aku?, Saya siapa? Atau anda siapa? Sebut saja rasta itu, nama. Putih,tinggi itu ciri-ciri. Cukup kita memaknai apa yang memang tidak bisa di jawab secara ril.

Bedakan retual kehidupan dan pemanfaatan dalam waktu hidup, banyak orang memahami dan mencoba mentelaahnya, apakah sejatinya hidup untuk makan, apa makan itu hidup.
Jauh berbeda jelas itu dan tidak untuk multi tafsir. Ketakutan dalam hidup ketika kehidupan tidak bisa memaknai waktu, waktu dalam menempatkan kehidupan, waktu menjalani kehidupan, yang di biarkan hidup seperti air mengalir dan mencari kodrat nya. Posisi dibawah jelas untuk bisa menjawab nya.

Jangan dipertanyakan apa yang masih sulit untuk si cerna namun pahami untuk apa kita masih sanggup menghirup udara saat ini. Bukan dalam hal mencari arti kehidupan Namun belajar memaknai kehidupan, kalau tidak kita hanya bisa memusatkan tenaga untuk bisa merangkak ke puncak tertinggi dengan segala ujung yang ini diraih, Namun kedua kaki tau kuat untuk berdiri, badan yang tidak begitu tegap dalam setiap terpaan.

Biar semua menjadi bagian dari mimpi masing-masing kehidupan yang memiliki makna dan arti tersendiri, belum sempat Anda memahami memang begitu. Karena ini bukan di maksud untuk menelanjangi pikiran namun, ini hanya sebatas memusatkan pikiran.

0 comments:

Post a Comment