Setelah 2 Tahun Baru Bisa Tidur Lebih Tinggi Dari Ubin

Ada sebuah hal yang tentunya sangat berbeda satu dan lainnya begitu juga kehidupan, setiap orang tentu punya cara untuk memaknai kehidupan nya masing-masing. Begitu juga kondisi saat ini yang gw rasakan.




*** Info sekilas, bukan soal tragis tapi ini bagian dari lika-liku kehidupan. Kami sudah 2 tahun menikah. Tentunya masih dalam masa-masa yang menyenangkan, namun komitmen itu muncul setelah kami dipersatukan masa - masa itu akan tetap sama, karena kita akan berbicara tentang rasa. Rasa yang dirasakan setiap harinya. Rasa sedih, rasa senang, rasa terharu, rasa kecewa, rasa cinta dan aneka rasa lainya. Ketahuilah bahwasanya rasanya cuma itu-itu saja apa yang coba anda lengkapi dari sebagai rasa yang sudah gw tulis.

Percaya ato tidak pada dasarnya itulah kenyataannya. Tinggal bagaimana kita untuk memaknai nya saja.

Ambil contoh rasa senang, iya... Benar hati kita senang suka cita, yang itu pun tak selamanya, rasa sedih tak selamanya bersedih. Dan berputar seperti sebuah siklus yang sangat sistematis, jadi tinggal dijalankan saja. Ya toh....




Oke.. malam ini gw merasa baru bisa merabahkan badan lebih tinggi dari permukaan ubin-ubin ibu kota, malam ini hujan turun apakah menyambut rasa terharu ini. Jelas ini mungkin berkah Ramadhan juga, selepas berbuka puasa kami menanti kan Smartphone ini berbunyi dengan harap yg nelvon nomer yang belum terdaftar dikontak gw. Tapi memang betul hal itu terjadi sesuai rencana, pertanda baik ternyata. Alhasil mereka menanyakan kediaman kami dengan meminta arahan yang begitu jelas. Dengan perasaan yang gugup kami berikan informasi yang kurang sesuai keinginan mereka. Hingga pesanan itu datang juga.

Bak seorang raja di usung-usung hingga diangkat dengan Begitu hati-hati, meskipun melewati gang kecil dua orang itu tampak sangat begitu memperhatikan setiap sudut nya agar jangan sampai terbentuk dengan tembok besar ibu kota yang mengalir jalan menuju kediaman kami. Lorong sempit hanya itu jalur untuk tikus kecil yang ingin bertahan di negara sejuta impian.

Sampai juga, kami memandangi ... Terus memandangi bukan tukang angkutnya tadi, karena gw tau itu pria. Yakin lah gw gak punya niat untuk kesana. Jadi jangan di pertanyakan!!!.

Ucapan terima kasih karena secara administratif kami sudah selesai kan sesuai kesepakatan. Hanya sedikit oleh-oleh untuk mengeringkan keringat untuk jalan 20 meter ini saja.

Rasanya sangat bahagia. Dan rasa lainya ikut nimbrung juga disana, ya
.. rasa terharu juga ikutan. " Gw hanya bisa bilang, " akhirnya bisa tidur lebih tinggi lagi dari ubin ibu kota".


#humanislucu

0 comments:

Post a Comment