Bagi orang minang khususnya pasti sangat kenal dengan oleh-oleh karipik Balado, selain dengan masakan padang yang mendunia ternyata karipik balado juga menjadi cemilan favorit, dengan rasa yang pedas gurih itu menjadi kenikmatan tersendiri dari karipik balalo yang bahan utamannya dari singkong tersebut. saat sekarang ini berbagai varian raspun bermunculan. namun karipik balado sungguh nikmat.
![]() |
| Foto : google |
Orang Minang hampir rata-rata pergi merantau, mengubah nasih kekota orang lain, bahkan sampai keluar negri, sangat kangen untuk bisa menikmatin panganan khas kampung sendiri. nama lain yang sering diucapkan oleh masyarakat minang terhadap karipik Baldo ini yaitu "Karipik Sanjai"
Mengenal Apa Itu Karipik Balado atau Karipik Sanjai :
Karupuak Sanjai adalah sejenis peganan kerupuk dari singkong yang diparut tipis lalu digoreng dan diberi garam sebagai penyedapnya. Kerupuk ini amat populer sebagai makanan oleh-oleh khas kota Bukitinggi, Sumatera Barat. Kerupuk sanjai terdiri dari tiga rasa :
Karupuak Sanjai Tawar adalah kerupuk sanjai yang tidak menggunakan lado(cabai)ataupun Gula merah melainkan hanya diberi garam.
- Karupuak Sanjai Saka adalah Kerupuk sanjai yang diberi/dioleskan Gula merah.
- Karupuak Balado adalah Kerupuk sanjai yang diberi bumbu balado.
** sumber : Wikipedia**
Sejarah lainnya :
Menurut sejarahnya, memang warga Sanjai yang pertama kali memproduksi jenis keripik singkong di daerah sekitar Bukittinggi. Usaha keripik di Jalan Sanjai ini diperkirakan mulai muncul sekitar tahun 1970-an.
![]() |
| Foto : google |
Menurut seorang pengrajin bernama Ibu Rosnita, awalnya hanya ada tiga orang pengrajin yang mulai berjualan keripik singkong ini, yaitu Amai Malan, Amai Seram dan Amai Terimalah. Mereka adalah tiga orang nenek yang berjualan keripik singkong di Los Maninjau, Kawasan Pasar Atas, Bukittinggi.
Kesuksesan usaha dari ketiga pengrajin ini menginspirasi warga di kawasan Jalan Sanjai untuk ikut memproduksi keripik Singkong. Karenanya, keripik singkong asal daerah ini di kemudian hari terkenal dengan sebutan karupuak sanjai.
Seiring meningkatnya popularitas penganan ini sebagai oleh-oleh khas Bukittinggi, bermunculan pula produsen keripik singkong di daerah-daerah lain, bahkan hingga menyebar ke seantero ranah Minangkabau. Uniknya, nama sanjai pun akhirnya menjadi sebutan umum untuk jenis keripik singkong asal Bukittinggi ini.
Ibu Rosnita, pemilik usaha keripik sanjai bermerk 'Nipik', menyebutkan, dalam sekali produksi tempatnya dapat mengolah sekitar 15 karung singkong. Pengrajin yang juga cucu dari Anai Malan ini mengungkapkan, pada hari-hari biasa dirinya melakukan produksi tiga hari dalam seminggu. Akan tetapi saat musim liburan seperti Lebaran atau Natal tiba, produksi bisa setiap hari dari pagi hingga malam.
Pembuatan keripik singkong di Sanjai sebenarnya terbilang sederhana. Keripik berwarna kuning yang bercitarasa asin dibuat dengan merendam potongan keripik singkong dalam bumbu campuran kunyit, bawang putih, dan garam, sebelum digoreng.
Adapun keripik singkong pedas dibumbui dengan saus gula yang dibuat dari cabai, bawang merah, bawang putih, dan gula pasir. Saus gula ini dioleskan pada permukaan keripik yang telah digoreng dengan menggunakan kuas, kemudian dikeringkan.
Di tengah persaingan antar produsen, selain ketiga varian umum tersebut muncul inovasi-inovasi baru seperti keripik berbentuk stik atau keripik berbumbu cabai kering. Selain itu, para pengrajin umumnya juga memproduksi makanan khas lain yang disebut dakak-dakak, yaitu singkong yang dipotong dadu seukuran kurang lebih 1 cm dan digoreng kering.
*** Sumber : indonesiakaya ***
Jelas Bagi anda orang minang yang saat sekarang ini bekerja maupun merantau keluar kota maupun luar negri sangat rindu ankan panganan yang satu ini, tetap lestarikan oleh-oleh istimewah dari Sumatra Barat ini, Karipik Balado dengan kta lain Karipik sanjai



0 comments:
Post a Comment