Kebanyakan pria punya cara melihatkan diri di hadapan lawan jenisnya, namun apa yang ada dalam benak mereka sesungguhnya? Sudah ada yang bisa menjawab!. Anak kecil hanya melihat, mendengar serta menirukan kembali apa ya ia lihat dan dengar. Begitu juga dengan Mada ya melihat orang-orang sekitarnya banyak pria dewasa yang menghisap sesuatu di mulutnya dan hal itu seperti ajaib, kenapa tidak ada asapnya yang keluar itu seperti halnya kereta apa, Pati jaman dulu. Karena kereta sekarang udah kereta listrik. Kelas 2 Sekolah Dasar Mada sudah mencoba-coba hal yang jarang dilakukan oleh anak-anak kebanyakan, ya sangat penasaran melihat asap yang keluar dari mulut bapak-bapak itu. Dan bentuk barang serupa itu ia temukan dipinggir jalan meskipun sudah tidak baru analias bekasnya.
Wah baru bagus anggapannya untuk melakukan tradisi tersebut, bersama teman nya Mada memunguti puntung rokok tersebut.
Mada... Gw dapat banyak nih. Kata Anto
Ya sudah pegang dulu kayaknya yang basah atau terkena rembesan air itu sudah tidak bagus di gunakan.. hehhee.. Menurut Mada. Oke da . Nnti gw buang ja yang basah-basahan nya.
Kami sudah persiapkan mungkin korek api nnati dibeli aja di warung, selepas jam istrah sekolah dibelakang sekolah kita beraksi ya nto. Ajakan Mada.
Mungkin hal ini bakal seru persedianya banyak sekali, bel istrah pun berbunyi tanpa buang-buang waktu pun Mada bersama anto bergegas untuk mejalankan misinya.
Nto kamu beli sana korek apinya. Seruan Mada. Oke lu duluan saja. Jawab Anto.

Gw sudah sampai di tempat duduk, yang sering kali di gunakan. Oleh anak-anak kelas 6 yang juga suka merokok disana, sembari menunggu Anto gw pun dengan cuek dan menarah bekas puntung rokok yang masih bisa di gunakan di taroh di atas kursi pandangan. Beberapa menit kemudian Anto datang membawa korek api, wah..... Ini percobaan pertama ..
Puntung di taroh di mulut dan dibakar. Huuui.. rasanya sungguh tidak enak, jadi nya batuk dan anak-anak kelas 6 yang itu tertawa terbahak-bahak. Kalau belum bisa jangan coba-coba. Kata mereka.
Itu perkataan yang menjijikkan bukan kalau didengar ledekan yang menjengkelkan.
Mada tetap mencoba membakar rokok tersebut alhasil dengan batuk-batuk tersebut membuat dia muntah. Wow sungguh menjijikan. Kalau begini udahan aja ya. Kata Anto. Gak akh.. lu beliin gw permen gw masih pingin mau coba. Dengan rasa penasaran pun Mada tetap mencoba membakar sisa puntung rorok tersebut. Jangan khawatir nto ini belum apa-apa. Bel masuk sebentar bunyi da. Anto meningingatkan Mada, namun Mada gak mau. Ia masih pingin diluar.
Next......
Wah baru bagus anggapannya untuk melakukan tradisi tersebut, bersama teman nya Mada memunguti puntung rokok tersebut.
Mada... Gw dapat banyak nih. Kata Anto
Ya sudah pegang dulu kayaknya yang basah atau terkena rembesan air itu sudah tidak bagus di gunakan.. hehhee.. Menurut Mada. Oke da . Nnti gw buang ja yang basah-basahan nya.
Kami sudah persiapkan mungkin korek api nnati dibeli aja di warung, selepas jam istrah sekolah dibelakang sekolah kita beraksi ya nto. Ajakan Mada.
Mungkin hal ini bakal seru persedianya banyak sekali, bel istrah pun berbunyi tanpa buang-buang waktu pun Mada bersama anto bergegas untuk mejalankan misinya.
Nto kamu beli sana korek apinya. Seruan Mada. Oke lu duluan saja. Jawab Anto.

Gw sudah sampai di tempat duduk, yang sering kali di gunakan. Oleh anak-anak kelas 6 yang juga suka merokok disana, sembari menunggu Anto gw pun dengan cuek dan menarah bekas puntung rokok yang masih bisa di gunakan di taroh di atas kursi pandangan. Beberapa menit kemudian Anto datang membawa korek api, wah..... Ini percobaan pertama ..
Puntung di taroh di mulut dan dibakar. Huuui.. rasanya sungguh tidak enak, jadi nya batuk dan anak-anak kelas 6 yang itu tertawa terbahak-bahak. Kalau belum bisa jangan coba-coba. Kata mereka.
Itu perkataan yang menjijikkan bukan kalau didengar ledekan yang menjengkelkan.
Mada tetap mencoba membakar rokok tersebut alhasil dengan batuk-batuk tersebut membuat dia muntah. Wow sungguh menjijikan. Kalau begini udahan aja ya. Kata Anto. Gak akh.. lu beliin gw permen gw masih pingin mau coba. Dengan rasa penasaran pun Mada tetap mencoba membakar sisa puntung rorok tersebut. Jangan khawatir nto ini belum apa-apa. Bel masuk sebentar bunyi da. Anto meningingatkan Mada, namun Mada gak mau. Ia masih pingin diluar.
Next......

0 comments:
Post a Comment