Jangan Berkilah, Sebelum Semua Meratapi

Sang pemimpi dipilih, bukan dibeli....
Rakyat yang menanti ..bukan untuk di sembelih.... Tooh kami yang pilih...

Penantian panjang mereka selalu dihadang, seolah-olah kami dalang... Upaya apa yang kami tantang.... Karena bukan untuk meraih kata menang....

Menjemput kebenaran dengan tangisan... Bukan sebatas kepuasan mu dari nasfu setan... Kalau kau takut jangan bersikap diskriminasi,... Tapi dengarkan setiap jeritan hati ini... Yang telah terluka oleh penistaan keyakinan kami.

Bukan kalimat sepele yang bisa meremehkan... Namun ini sebuah kalimat yang menyakitkan, bukan tidak menghargai kebhinekaan tapi kau yang mulai memainkan....
Genderang yang kaum bunyi bukan membuat semuanya nyaman, akan tetapi akan dipertanyakan dari maksud dan tujuan.

Kau masih berkeliaran dengan kekuasaan yang bisa kau pegang,kami tetap besabar untuk tidak memegang pedang...
Jangan sesesali kau semua harus menangisi, jenderal perang akan menghentak langkah untuk membumi hanguskan semua.

Dan itu tidak bisa terhenti dengan setiap tetesan air mata yang berbekal sebuah penyesalan.

Hidup atau mati, halal bagi kami dari darah yang menzolimi.

0 comments:

Post a Comment