Banyak teman-teman saya yang berharap lebih, mungkin bisa dikatakan itu lebih dari satu, itu bukan soal. Terkadang menulis bukan sebatas menuangkan apa yang bisa diraba,dilihat dan ditrawang... Xixixix itu 3D namanya, namun itu juga bisa menjadi penentuan keabstrakan tulisan. Meskipun tidak ada jadi jaminan, tapi tak apa lah.
Sebagai seorang penulis banyak ide yang mesti digali dan itu tidak semudah Anda menggali lobang dengan bentuk yang real... No manipulasi. Masih belum paham, kalau Anda terlalu berambisi menulis hanya untuk menjadi sebuah karya yang bisa dibukukan, serta buku anda menjadi buku yang terlaris atau Best Seller, laku dipasaran dengan jutaan orang yang beli buku anda serta minta tanda tangan Anda...... Itu salah besar karna Anda bukan lagi ngambil ijazah, dengan bangga Anda tanda tangan semua buku-buku tersebut, meskipun ada memaksa untuk tidak setuju. Itu hak anda, saya tak bisa hentikan.
Namun sebagai penulis yang belum diakui, meskipun tidak pentingnya juga sebuah pengakuan saya mendeklarasikan segai penulis yang cinta go green. Bayangkan berapa pohon yang harus ditebang dijadikan kertas untuk mencetak buku-buku Anda? Hayoooo jawab saya tunggu hitung- hitung anda, belum lagi cetakan yang salah atau kalimat yang typo dalam penulisan seperti halnya saya alami setiap kali menulis, pada dasarnya tulisan sangat bagus dan itu terbukti dari pesan messenger yang pernah dibaca oleh teman saya. mungkin Anda tidak percaya dan tidak mau memaksakan diri untuk Anda benar-benar percaya. Berapa banyak lagi kayu yang harus ditebang untuk mencetakan buku dengan tulisan yang banyak typonya. Disitu saya sangat sadari hingga hari ini belum ada penerbit yang mau memuat tulisan saya dalam sebuah buku.
Hari ini saya meminta maaf kepada pak Udin tetangga saya, yang hobi menanam pohon, setiap hari ia suka berkebun. Membawa cangkul... cangkul yang dalam, mari berkebun di kebun kita. Dalam sebuah lirik lagu dikata. Masih belum paham.
Hayoooo lah kawan jangan puaskan egomu, hanya sebatas mencari eksistensi, hanya sebatas unjuk Gigi dan berharap bisa menjadi bintang iklan salah satu produk pasta gigi. Sudahi keegoisan tersebut.
Saya sampaikan. Jangan sampai suatu saat anak cucu kita tidak bisa mengenal tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan. Bukan pohon-pohonan berarti itu pohon mainan, maksudnya pepohonan.
Kasih mereka kesempatan yang sama, ini bukan hujatan bagi para penulis hanya himbauan, kalaupun saat ini kalian masih tidak mengerti,haruskan saya sewa setiap mobil tahu bulat yang lewat untuk memaki- maki kalian. (Sedih)
Hari ini kegelisahan yang mendalam karena kalian tidak pernah paham apa yang saya sampaikan. Pantas kalian hanya dikasih telinga satu sebelah. Saya paham ternyata ini toh..... Ya.... Ya..... Fine.
Jangan angkat alis mata Anda yang sedang membaca pernyataan saya ini seolah-olah Anda tidak terima dengan semua perkata saya ini. Saya juga tau kalau alis mata Anda itu buatan. Dengan lukisan pensil, kalau salah tidak mampu beli tipex. dan saya juga gak bisa bayangkan kalau benar-benar ada lakukan itu dengan tipex. Saya juga tidak mau membayangkannya.karena saya yakin itu membuat Anda terlihat tua.
Saya sebagai penulis yang go green dan bersama pak Udin tetangga saya, kami berdua menghimbau, untuk jangan mencetak buku hasil karya anda, sebelum tulisan saya sampai ke penerbit dan ikut dicetak. Terimakasih
Penulis Cinta Go Green
November 28, 2016
/

0 comments:
Post a Comment